Friday, May 02, 2008

^FaTaL attRacTiOn^

By: Alicia Tani

Kalau kita ingat, beberapa tahun yang lalu ada film yang berjudul seperti diatas. Menceritakan tentang seorang pria yang sudah menikah tertarik dengan seorang wanita cantik. Affair mereka berakhir dengan kematian yang tragis.

Di Alkitab juga ada cerita seperti demikian. Dalam 2 Samuel 13 tertulis kisah Amnon dan Tamar. Keduanya anak raja Daud, hanya dari istri yang berbeda. Amnon jatuh cinta dan bahkan tergila-gila pada Tamar yang cantik. Kenyataan bahwa Tamar adalah adiknya tidak membuat Amnon see reasons. Malah dia semakin desperate dan menghalalkan segala macam cara.

Sejak jaman Adam dan Hawa manusia selalu tertarik dengan hal yang terlarang. Sesuatu yang salah selalu kelihatan lebih indah dari warna aslinya. Akhirnya Amnon memperkosa Tamar dan setelah itu melemparkannya ke jalan. Literally.

Seseorang bisa terobsesi dengan orang lain, entah itu pemimpinnya, orang tuanya, bintang film, tokoh terkemuka atau yang paling sering adalah lawan jenisnya. Obsesi atau Fatal Attraction berbeda dengan jatuh cinta normal. Ada lima hal yang menjadi ciri dari obsesi.

Presumption atau perkiraan yang salah adalah ciri pertama. Hanya karena sesuatu atau seseorang begitu menariknya, kita mengira sesuatu atau seseorang itu benar untuk kita.
”...adik perempuan yang cantik, namanya Tamar, dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya,” 2 Sam 13:1.

Melihat kecantikkan adik perempuannya Amnon mengira dia jatuh cinta, padahal yang dialaminya adalah sekedar physical attraction. Ini juga yang dialami Hawa di Taman Eden saat ia melihat betapa bagusnya buah terlarang itu. Seringkali kita tertipu dengan pandangan kita dan terlalu rely on perasaan kita.

Jikalau saudara mempunyai keinginan yang berlawanan dengan Firman Tuhan, ketahuilah Roh Kudus tidak menaruh itu didalam hatimu no matter how appealing it is or how right it feels! Tidak peduli seberapa kuatnya perasaanmu, tolaklah segala macam affair atau hubungan yang belum saatnya. Be careful: the consequences of presumption are disastrous!

Preoccupation adalah ciri yang kedua. Siang dan malam yang terpikir hanyalah hal itu atau orang tersebut. Seperti Amnon.
“Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar…” ayat 2.
Seharusnya sakit Amnon ini menjadi tanda bahwa hal itu adalah salah. Jangan mengira jikalau saudara ’tergila-gila’ pada sesuatu atau seseorang sampai tidak bisa memikirkan hal lain lagi itu tandanya ’cinta sejati’ atau ’dari Tuhan’. Obsesi dalam berbagai macam manifestasinya tidak pernah berasal dari Tuhan. Obsesi memenjarakan orang, but the Truth will set you free! John 8:32.

Adam mencintai Hawa tapi tidak tergila-gila padanya, begitu pula Abraham dengan Sarah, Ishak dengan Ribka. Lain halnya dengan Daud yang infatuated dengan Batsyeba atau tante Poti dengan Yusuf. Obsesi atau tergila-gila atau infatuation selalu berakhir dengan tragis. Hati-hati kalau ada orang yang menggila-gilaimu, lebih baik pilih orang yang mengasihimu.

Peer Pressure merupakan ciri yang ketiga. Kalau ’teman-temanmu’ mulai berkata sesuatu yang lain dengan hati nuranimu dan membujukmu untuk melakukan hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan, pilih hati nuranimu all the time!

Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. Katanya kepada Amnon: ”Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku?” Kata Amnon kepadanya: ”Aku cinta kepada Tamar adik perempuan Absalom, saudaraku itu.” Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: ”Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya.” ayat 3-5.

Iblis seringkali memakai ’teman-teman’ kita untuk menjatuhkan kita. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih teman. Hanya mereka yang sudah didalam Tuhan bisa kita jadikan teman. Lainnya adalah ladang Tuhan yang perlu kita garap.

Pemerasan emosi adalah ciri yang keempat dan merupakan satu-satunya ciri yang pakai bahasa Indonesia supaya semua berawalan P :). Ini adalah manipulasi ’jikalau-maka’. Jikalau kau tidak melakukan such and such maka berarti kau tidak sayang aku. Jikalau lu tinggalin gua, maka gua bunuh diri. Secara pribadi saya sering menghadapi ancaman seperti itu, but I tell you something: orang yang mengancam seperti itu ngga pernah bunuh diri, malah bertambah subur dan gemuk!

Pretence adalah ciri yang terakhir. Ayat 5 menceritakan nasihat Yonadab kepada Amnon untuk berpura-pura sakit. Obsesi tidak bisa dipisahkan dari kebohongan, kepura-puraan dan penipuan. Jikalau engkau harus berbohong demi mendapatkan apa yang diinginkan hatimu, pasti yang kau inginkan itu salah. Kalau benar, buat apa bohong? Siapa yang kau bohongi saat ini? Shakespeare mengatakan: ’jujurlah terhadap dirimu sendiri’.

Tuhan kita Yesus Kristus tidak pernah memanipulasi kita atau memaksakan kehendakNya pada kita. Yang Dia lakukan adalah meyakinkan kita, mengundang kita.

”Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Mat 11:28
”...barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan Cuma-Cuma!” Wahyu 22:17

Yesus tidak pernah menginjak-nginjak dignity kita, bahkan Dia menebusnya di kayu salib. Dia dipermalukan, supaya kita boleh menjadi orang-orang yang dignified didalam Dia.
He is the blessed attraction.

“Sebab semua yang ada di dalam dunia ini yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia”.
1 Yoh 2:16

0 Comments:

Post a Comment

<< Home